Kata Mutiara

Hikmah adalah barang hilang milik orang yang beriman. Di mana saja ditemukan, maka ambillah.

(HR Tirmidzi)

11 Maret 2009

Kiai yang Suka Menanam Pohon

Setiap usai salat Subuh, al-Ârif Billâh KH Abd. Adzim bin Oerip pergi wiridan ke tegalnya. Sesepuh Pondok Pesantren Sidogiri itu memang banyak memiliki sawah dan tegal, bahkan berkebun sendiri.

Dalam berkebun, beliau tidak memakai pembasmi hama berbahan kimia, tapi memakai gula yang disebar di bawah pohon. Hasilnya, hama-hama tak mengganggu tanaman, tapi memakan gula tersebut. Kata beliau tentang pembasmi hama, “Masio ketok apik, ndak bagus (meski tampak baik, memakai pembasmi hama itu tidak baik).” Ini didorong oleh syafaqah (kasih sayang) beliau pada binatang. Jadi, kesenangannya bercocok tanam tidak mengurangi kasih sayangnya pada binatang.
Kiai Abd. Adzim juga senang menanam tanaman di berbagai tempat. Ketika menghadiri undangan ke luar, menantu Hadratussyekh KH Noerhasan bin Nawawie ini selalu membawa tunas kelapa. Bila melihat tanah kosong, beliau meminta izin pada si pemilik tanah untuk menanam kelapa di sana.
Kalau saja banyak yang berbuat sama—menanam banyak pohon dan menyayangi binatang—tentu kerusakan lingkungan bisa dihindari. []

Disadur dari Jejak Langkah Masyayikh Sidogiri.

Dimuat di Buletin SIDOGIRI. Juga bisa dibaca di www.sidogiri.net

Tidak ada komentar:

Posting Komentar