Kata Mutiara

Hikmah adalah barang hilang milik orang yang beriman. Di mana saja ditemukan, maka ambillah.

(HR Tirmidzi)

12 Maret 2009

Menangis Setiap Malam Karena Cinta Rasul

Karena didorong sifat khumul (low profile) dan tidak mau menonjolkan diri, KA Sa’doellah Nawawie suka menutupi kebaikan yang ada pada dirinya. Kalau bepergian, pakaiannya necis: pakai celana dan tidak pakai songkok. Tapi setiap keluar rumah dan pakai celana, Ketua Umum PP Sidogiri itu tak lupa membawa tasbih yang ditaruh dalam saku celananya. Beliau tak pernah lupa untuk berzikir.

Menurut penuturan KH Hasani Nawawie—adiknya yang sekamar dan hanya dipisah dengan dinding bambu (Jawa: gedhek)—suatu malam Kiai Hasani mendengar isak tangis Kiai Sa’doellah. Awalnya, Kiai Hasani menduga, mungkin kakaknya itu punya problem dengan istrinya. Namun hal itu terus berlangsung setiap malam.

Akhirnya Kiai Hasani mengintip lewat celah-celah dinding bambu. Beliau pun terpana, ternyata Kiai Sa’doellah sedang terpekur menghadap ke barat memakai jubah dan surban sambil membaca salawat (kesenangannya memang membaca salawat). Setiap sampai pada lafal Muhammad, Kiai Sa’doellah menangis tersedu-sedu.


“Takjub aku pada Sa’doellah. Kalau anu (siang?) sepertinya banyak tertawa, tapi kalau malam menangis. Sering aku mengintipnya,” ungkap Kiai Hasani. Pernah kejadian itu beliau ceritakan pada KH Cholil Nawawie, kakaknya yang lain yang menjadi Pengasuh PP Sidogiri. “Aku tak bisa seperti itu,” tambahnya. Kiai Cholil yang termasyhur sebagai wali Allah itu menjawab, “Meskipun aku, tidak bisa, ‘Ni.”


Disarikan dari Jejak Langkah 9 Masyayikh Sidogiri

Dimuat di Buletin SIDOGIRI edisi 37/Rabiul Awal/Tahun IV/1430

1 komentar:

  1. Saya kirim email ke mas kok gag bisa?
    web saya skr dah diupdate. silakan kunjungi.

    BalasHapus