Kata Mutiara

Hikmah adalah barang hilang milik orang yang beriman. Di mana saja ditemukan, maka ambillah.

(HR Tirmidzi)

16 Maret 2009

Perpustakaan Sidogiri Berstandar Internasional

Perpustakaan Ponpes Sidogiri Pengelolaan Berstandar Internasional
REPUBLIKA - Jumat, 20 Agustus 2004 Halaman: 4 Laporan Utama


Pengunjung bukan hanya santri ponpes Sidogiri saja, tetapi juga mahasiswa

dan masyarakat sekitar.

Jangan dikira segala hal yang berkaitan dengan pesantren adalah sesuatu
yang termakan usia dan kurang perawatan. Setidaknya, bila menilik ke
fasilitas perpustakaan yang ada di Pondok Pesantren Sidogiri, anggapan
tersebut seketika sirna. Seperti layaknya perpustakaan yang dikelola
secara modern, demikian pula halnya perpustakaan di Ponpes tersebut. Sadar
akan manfaat perpustakaan bagi peningkatan sumber daya manusia sangatlah
besar, maka para pengurus dan pihak pengelola tidak mau setengah-setengah
dalam mengatur pengelolaannya.

Berawal pada tahun 1983. Ketika itu, dalam rangka mewujudkan pendidikan
alternatif, pengurus Pondok Pesantren Sidogiri memutuskan untuk mendirikan
Perpustakaan Sidogiri. Dalam sejarahnya, Perpustakaan Sidogiri didirikan
lebih sebagai inisiatif perorangan. Lokasinya pun tidak disediakan secara
khusus dan terpisah namun di ruang kantor pengurus. Saat itu hanya ada
satu rak buku dan kitab, yang disediakan untuk dibaca oleh santri yang
membutuhkan. Itulah cikal bakal lahirnya Perpustakaan Sidogiri.

Selanjutnya, perpustakaan mulai berkembang ketika salah satu pengasuh
Ponpes, KH Kholil Nawawie, mewakafkan seluruh kitabnya sebanyak dua almari
untuk santri. Kitab-kitab itu kemudian diletakkan di ruang Perpustakaan.
Dan dari waktu ke waktu, perpustakaan kian berkembang seiring penambahan
jumlah koleksi buku dan fasilitas pendukung lainnya. Hingga tahun ini
Perpustakaan Sidogiri telah dikunjungi hampir 1.000 pengunjung tiap
harinya. Sehingga rata-rata perbulan mencapai jumlah 25 ribu pengunjung.

Menurut penjelasan Kepala Perpustakaan Sidogiri, Abdullah Qirawi, pihaknya
melihat perpustakaan bukan hanya sebagai rujukan, tapi lebih dari itu.
''Perpustakaan diharapkan menjadi sarana pendidikan alternatif. Oleh sebab
itu, pengelolaannya senantiasa disesuaikan dengan standar nasional dan
internasional,'' ujarnya. Perpustakaan Sidogiri sejak semula disiapkan
untuk menjadi penyedia khazanah keislaman. Sekitar 95 persen koleksi
Perpustakaan PPS merupakan kitab, buku, majalah, kaset dan CD keislaman.
Selebihnya, terdapat buku-buku kedokteran, bahasa, sastra, sosial,
ekonomi, politik, dan pengetahuan umum lainnya.

Selengkapnya, jumlah koleksi kitab sebanyak 1.763 judul dengan 6.790
eksemplar. Buku umum sebanyak 2.151 judul dengan 3.623 eksemplar. Di
samping itu, terdapat pula koleksi bundel surat kabar sebanyak 46
eksemplar, bundel majalah Arab sekitar 340 eksemplar, bundel majalah dalam
negeri 38 eksemplar, kaset pidato dan pembacaan Alquran sekitar 1.280
judul, dan DVD/VCD keislaman sebanyak 381 judul.

Hampir tiap bulan, jumlah koleksi terus bertambah. Penambahan jumlah
koleksi ini terlaksana setelah Perpustakaan menjadi salah satu program
penting untuk menjadikan perpustakan pesantren terbesar di Indonesia.
Untuk merealisasikan, para pengelola bekerjasama dengan perpustakaan luar,
seperti dengan perpustakaan Universitas Negeri Malang.

Diakui Abdullah, sebagian besar tenaga pengelola perpustakaan tidaklah
memiliki latar belakang pendidikan kepustakaan. Mereka adalah para santri
yang diberi tanggung jawab mengelola perpustakaan tersebut. Kendati
begitu, bukan berarti mereka tidak berkemauan meningkatkan ketrampilan
pengelolaannya. Dan dalam rangka itu, lanjut Abdullah, para pustakawan
Sidogiri seringkali melakukan studi banding ke berbagai perguruan tinggi.
Selain itu juga melaksanakan workshop pelatihan dengan mendatangkan tenaga
ahli perpustakaan dari sejumlah perguruan tinggi.

Melihat perkembangan yang makin positif ini, pihak pengelola optimis di
masa mendatang perpustakaan Sidogiri dapat menjadi yang terdepan dalam hal
pengelolaan perpustakaan pesantren di tanah air. Efek sampingnya adalah
diharapkan para santri maupun masyarakat umum dapat memanfaatkan fasilitas
perpustakaan pada kegiatan belajar mengajar mereka.

Dan saat ini, nyatanya Perpustakaan Sidogiri tidak hanya menjadi rujukan
santri Sidogiri. Dalam beberapa tahun terakhir, banyak mahasiswa dari
berbagai perguruan tinggi dalam dan luar negeri yang tengah menyelesaikan
skripsi atapun mengadakan penelitian, datang ke Perpustakaan Sidogiri
untuk mencari kelengkapan referensi.

"Tapi menyangkut peminjaman buku dan koleksi lainnya, memang kami
ketatkan. Bagi santri, hanya yang sudah mencapai kelas VI Ibidaiyah saja
yang diperbolehkan meminjam buku keluar. Adapun pengunjung dari masyarakat
umum, bisa meminjang buku asalkan menyerahkan surat identitas diri,"
terangnya lagi.

Pada bagian lain, untuk menginformasikan keberadaan perpustakaan pada
kalangan masyarakat luas, pengelola telah menerbitkan brosur berisi
informasi seputar perpustakaan dan juga koleksi yang dimilikinya. "Di
samping itu, guna meningkatkan pelayanan, kami juga telah merancang
program perpustakaan online sehingga nantinya, fasilitas di sini dapat
dimanfaatkan oleh masyarakat luas," tutur Abdullah. (yus)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar