Kata Mutiara

Hikmah adalah barang hilang milik orang yang beriman. Di mana saja ditemukan, maka ambillah.

(HR Tirmidzi)

02 April 2009

Kepada Syaikhona Cholil*

Kiai, bagaimana kutak kagum padamu
muliakan guru karena ilmumu darinya

Kau tidur di depan pintu kamar gurumu
agar terbangun bantu gurumu yang buta
Kau tak pernah meludah ke arah itu
di mana rumah gurumu berada
Kau turun dan tuntun kuda dokarmu
karena kudanya dari tanah guru Bima
Kau lepas kedua alas kakimu
saat menginjak tanah gurumu yang mulia
Kau lupakan bahwa itu pamanmu
karena telah menimba ilmu darinya
Kau simpan upah kerja dari gurumu
dan sebelum boyong kembalikan semua
Kau tak naik lori seperti teman-temanmu
berjalan baca 41 Yasin tiap harinya
Kau tirakat 40 malam di makam gurumu
karena tak nututi masa hidupnya

Kau istikamah harap berkah dari gurumu
sehingga kau penuh berkah sebagai ulama
Kau ahli Fikih, Tasawuf, dan Nahwu
tapi terkenal sebagai wali besar dari Madura

Kau memang layak jadi mahaguru
sebab kau luar biasa
Bukan hanya karena tinggi ilmumu
tapi juga tinggi tawaduk dan derajat dari-Nya
Pantaslah jadi ulama besar murid-muridmu
karena kau guru lahir-batin mereka
Dari sangat mulianya dirimu
keturunanmu terus ikut mulia

Aku ingin melihat yang seperti dirimu
ilmu tawaduk tirakat khidmah keramatnya

Bisakah kudapati yang begitu
sebelum datangnya akhir masa?

Syamsu-l Arifyn Munawwir, Sidogiri, 140608

*Syaikhona Cholil, Bangkalan Jawa Timur, guru KH Hasyim Asy’ari, KH Nawawie bin Noerhasan Sidogiri, dan ulama-ulama besar Nusantara lainnya.

Dimuat di majalah Aschal edisi V/Sya'ban/1429 H, terbitan PP Syaikhona Cholil Bangkalan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar