Kata Mutiara

Hikmah adalah barang hilang milik orang yang beriman. Di mana saja ditemukan, maka ambillah.

(HR Tirmidzi)

04 Juni 2009

Bila Kiai Khusyuk Memperhatikan Salat Santri

KH Hasani Nawawie seorang waliullah yang tenang, khusyuk, dan disegani. Sejak usia 7 tahun, Sesepuh PP Sidogiri itu bisa khusyuk dalam salat. Dan sejak belum balig, tak pernah meninggalkan salat berjamaah.

Mengenai ibadah, Kiai Hasani memberi penekanan utama pada sisi makna. Ibadah bukan cuma urusan ritual badaniah, tapi berintisari pada pemaknaan hati. Karena itu, beliau lebih suka melakukan ibadah yang dirasanya berat. Sebab di situ ada upaya menundukkan hati kepada Ilahi. Mengatur gerak hati memang lebih berat dibanding aktivitas jasmanaiah. Ini terutama menyangkut keikhlasan dan gerak kalbu yang lain. 

Menjadikan gerak kalbu sebagai esensi segala aktivitas merupakan pandangan yang diperkenalkan kalangan sufi. Meski demikian, Kiai Hasani sangat kukuh dan tegas memegang norma-norma ritual sebuah ibadah. Beliau amat tegas dengan kebenaran tata laksana salat menurut aturan Fikih, begitu pula dalam ibadah-ibadah lain.

Beliau sangat memperhatikan salat santri. Dan tak suka masjid sebagai tempat ibadah dibuat ramai-ramai atau bergurau. Di dalemnya di timur masjid, Kiai kadang berdiri berlama-lama menghadap ke masjid, memperhatikan santri yang melakukan salat. Tak heran, santri begitu menjaga tata cara salat dan sikapnya di masjid.

Beliau mengatakan, salat adalah standar keberhasilan pendidikan di PP Sidogiri. Jika salat santri baik, berarti pendidikan berhasil. Jika salat santri jelek, berarti pendidikan gagal total. []

Disadur dari Jejak Langkah 9 Masyayikh Sidogiri,
juga bisa di baca di www.sidogiri.net 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar