Kata Mutiara

Hikmah adalah barang hilang milik orang yang beriman. Di mana saja ditemukan, maka ambillah.

(HR Tirmidzi)

20 Juni 2009

Cara Memilih Pondok Pesantren

Di Indonesia, terdapat puluhan ribu pondok pesantren. Dalam memilih guru/pondok untuk tempat pendidikan anak, ada tiga hal yang sebaiknya dilakukan oleh orangtua, sebagaimana disebutkan dalam kitab Ta’līm al-Muta’allim (Panduan untuk Pencari Ilmu Agama). Tiga hal itu adalah:

A. Pilih yang Lebih Alim, Wara’, dan Tua

Seyogianya orangtua memilih guru (Kiai) yang lebih alim daripada guru yang lain, yang lebih wara’ (menjaga dari barang haram) dari guru yang lain, dan yang lebih tua dari guru yang lain. Atau dalam kata lain, seyogianya orangtua memilih pondok yang pendidikannya lebih tinggi dan lebih lengkap dari pondok lain, yang citranya baik karena lebih terjaga dari hal-hal yang dilarang agama, dan usianya lebih tua daripada pondok lain.

Mengapa memilih pondok yang pendidikannya lebih tinggi dan lebih lengkap? Karena anak akan mendapatkan ilmu yang lebih tinggi dan lebih lengkap di pondok tersebut. Mengapa memilih pondok yang citranya baik karena lebih terjaga dari hal-hal yang dilarang agama? Sebab di pondok tersebut anak akan belajar wara’ dan menjaga diri dari hal-hal yang dilarang agama. Mengapa memilih pondok yang usianya lebih tua? Karena pondok yang lebih tua telah terbukti kualitasnya sehingga bisa bertahan lama, telah banyak mengeluarkan alumni yang bisa dilihat hasilnya, dan sangat berpengalaman dalam mendidik santri.

B. Bermusyawarah Lebih Dahulu

Sebelum menentukan guru/pondok untuk anaknya, seyogianya orangtua bermusyawarah terlebih dahulu. Bertukar pikiran, meminta pendapat, nasehat, dan saran, sebaiknya anaknya akan dimondokkan di mana. Bermusyawarah sebelum memutuskan sesuatu, sangat penting dilakukan. Nabi juga bermusyawarah dengan para sahabat dalam semua urusan, sampai dalam urusan kebutuhan rumah tangga.

Dalam bermusyawarah, sebaiknya orangtua bermusyawarah dengan kiai/ustad yang alim dan bijaksana. Imam Ja’far ash-Shadiq pernah berpesan pada Sufyan ats-Tsauri, “Bermusyawarahlah dalam urusanmu dengan orang-orang yang takut kepada Allah Taala,” yaitu ulama. Kalau dimintai saran/musyawarah, mereka akan memberi saran dengan baik, dan menunjukkan pada kebenaran dan kebaikan, karena dorongan ilmunya.

C. Mempertimbangkan dalam Waktu Lama

Sebelum menentukan guru/pondok untuk anaknya, selain bermusyawarah, seyogianya orangtua juga mempertimbangkannya dengan masak dalam waktu yang lama, seperti dua bulan. Jangan terburu-buru. Karena, kalau terburu-terburu dalam memilih guru/pondok, kemudian kecewa dan pindah kepada guru/pondok lain, maka anak tidak akan mendapatkan ilmu yang barakah dan bermanfaat. Dengan demikian, mondoknya pun akan sia-sia.

Akan lebih baik kalau orangtua mempertimbangkan masak-masak dalam waktu lama, di mana kira-kira anaknya akan dimondokkan. Baru kemudian anaknya dimondokkan, dan tidak dipindah lagi. Dengan demikian, anaknya akan mendapat ilmu yang barakah dan bermanfaat. []

Dikutip dari: Panduan Wali Santri Pondok Pesantren Sidogiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar