Kata Mutiara

Hikmah adalah barang hilang milik orang yang beriman. Di mana saja ditemukan, maka ambillah.

(HR Tirmidzi)

29 Agustus 2009

Musyawarah Ulama untuk Dirikan Pesantren Putri

Sewaktu menjadi Pengasuh PPS, Hadratussyekh KH Cholil Nawawie berkeinginan mendirikan pesantren Banat (pesantren putri). Diadakanlah rapat di dalem KH Abd. Adzim bin Oerip, untuk membahasnya. Dalam rapat itu, Panca Warga (lima putra KH Nawawie bin Noerhasan) mengundang sesepuh-sesepuh ulama Pasuruan, di antaranya KH Nur Salim Podokaton, KH Hakim Pasuruan, dan KH Imam Thohir Pasuruan.
Dalam pertemuan yang berlangsung tiga malam itu, awalnya KA Sa’doellah Nawawie dan KH Hasani Nawawie—keduanya adik Kiai Cholil—menyatakan tidak setuju jika Sidogiri mendirikan pesantren Banat. Di tengah diskusi yang cukup alot, KH Kholili bin Hasbullah—menantu iring Kiai Cholil, saat itu menjadi Pengurus PPS—mengutarakan alasannya mendukung rencana itu, “Kalau tidak diadakan pondok (pesantren) perempuan, maka anak-anak perempuan akan sekolah ke SD atau umum.” Ditambahkannya, “Didirikannya pondok perempuan itu akan lebih aman dibanding dengan sekolah yang berangkat dari rumah dan kelihatan wajahnya.”
Beliau juga memperkuat dengan argumen, “Ketimbang dipek wong liyo, wanian dirumat dewe (Daripada dididik orang lain, lebih baik kita didik sendiri).” Mendengar argumentasi Kiai Kholili, akhirnya semua kiai menyetujui. Dan Kiai Kholili dipasrahi sebagai pelaksana pembangunan. []
Dimuat di Buletin SIDOGIRI edisi 28/Tahun III/Rabiuts Tsani 1429.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar