Kata Mutiara

Hikmah adalah barang hilang milik orang yang beriman. Di mana saja ditemukan, maka ambillah.

(HR Tirmidzi)

08 Juni 2010

Perjuangan Kiai dengan Senjata dan Diplomasi

Pada masa perjuangan kemerdekaan RI, Pondok Pesantren Sidogiri menjadi markas para pejuang. Uniknya, selain berjuang dengan senjata, ada pula kiai yang berjuang dengan diplomasi.

Di antara yang berjuang dengan senjata adalah KH Abd. Djalil bin Fadlil dan KA. Sa'doellah Nawawie. Kiai Sa'doellah sebagai komandan Kompi II Hizbullah Divisi Timur. Menurutnya, memerangi Belanda adalah peperangan suci untuk membela tanah air dari invasi kaum kafir.

Sedang yang berjuang dengan diplomasi adalah KH Hasani Nawawie, adik Kiai Sa'doellah. Tak seperti kakaknya yang memilih berjuang memanggul senjata, Kiai Hasani lebih suka berjuang melalui diplomasi. Beliau sering mendatangi kamp-kamp Belanda dan berpidato di situ. Bahkan pernah memakai baju doreng Belanda.

Dengan mendekati Belanda, Kiai Hasani berupaya menetralisir incaran Belanda terhadap Sidogiri. Saat itu Sidogiri memang menjadi salah satu incaran utama Kompeni. Sebab menjadi markas perjuangan dalam mengusir Belanda. Kiai Sa'doellah sering memimpin pasukan untuk menyerbu Belanda dari desa kecil ini.

Apa yang dilakukan Kiai Hasani dengan mendekati Belanda ternyata cukup efektif untuk mengamankan Sidogiri dari serangan mereka. Jika pasukan Belanda mau menyerang, Kiai Hasani menyetop mereka sebelum memasuki desa Sidogiri. Beliau meminta mereka untuk kembali. Dan mereka pun menuruti ucapannya.

Syamsu-l Arifyn Munawwir/BS

Dimuat di Buletin SIDOGIRI edisi 45

1 komentar:

  1. al hamdulillah jd pengen lbh cerita2 masyayikh sidogiri....masykur mas atas catatannya

    BalasHapus