Kata Mutiara

Hikmah adalah barang hilang milik orang yang beriman. Di mana saja ditemukan, maka ambillah.

(HR Tirmidzi)

26 Juni 2011

Lagu Nasyid Raihan "Ya Rasulallah" yang Menyentuh..

Alangkah indahnya hidup ini
Andai dapat kutatap wajahmu
Kan pasti mengalir air mataku
Kerna pancaran ketenanganmu

Alangkah indahnya hidup ini
Andai dapat kukucup tanganmu
Moga mengalir keberkatan dalam diriku
Untuk mengikut jejak langkahmu

Ya Rasulallah, Ya Habiballah
Tak pernah kutatap wajahmu
Ya Rasulallah, Ya Habiballah
Kami rindu padamu

Allahumma shalli 'ala Muhammad
Ya Rabbi shalli 'alaihi wasallim.. 2x

Alangkah indahnya hidup ini
Andai dapat kudakap dirimu
Tiada kata yang dapat aku ucapkan
Hanya Tuhan saja yang tahu

Ya Rasulallah, Ya Habiballah
Tak pernah kutatap wajahmu
Ya Rasulallah, Ya Habiballah
Kami rindu padamu

Kutahu cintamu kepada umat
Umati umati
Kutahu bimbangnya kau tentang kami
Syafa'atkan kami

Alangkah indahnya hidup ini
Andai dapat kutatap wajahmu
Kan pasti mengalir air mataku
Kerna pancaran ketenanganmu

Ya Rasulallah, Ya Habiballah
Tak pernah kutatap wajahmu
Ya Rasulallah, Ya Habiballah
Kami rindu padamu

Ya Rasulallah, Ya Habiballah
Terimalah kami sebagai umatmu
Ya Rasulallah, Ya Habiballah
Kurniakanlah syafa'atmu

Allahumma shalli 'alaa Muhammad
Ya Rabbi shalli 'alaihi wasallim.. 4x

***

Meresapi lirik nasyid "Ya Rasulallah" dari Raihan ini, membuat diri terbayang Rasulullah.

Membayangkan bagaimana rasanya menatap wajah beliau. Menatap -- dan ditatap beliau. Merasakan ketenangan di hadapan beliau yang tenang. Memandang indah wajahnya, memandang senyumnya pada umatnya. Merasakan kasih sayangnya.

Mengalir air mata..

Apalagi bila terbayang mendekap tubuh beliau yang mulia. Yang harum. Yang tidak dipeluk kecuali oleh orang-orang yang mencintainya dan dicintainya. Yang akan bersamanya di surga..

Ya Allah..

Apalagi bila teringat cinta dan kasih sayang Rasulullah pada umatnya. Mendoakan baik meski disakiti oleh mereka yang belum beriman dan mengerti. Mencintai dan menyayangi umatnya melebihi pada dirinya sendiri. Mengingat dan menyebut umatnya sampai detik-detik terakhir menjelang kepergiannya dari dunia ini..

Mengalir air mata..

"Alangkah indahnya hidup ini
Andai dapat kutatap wajahmu
Kan pasti mengalir air mataku
Kerna pancaran ketenanganmu..

Alangkah indahnya hidup ini
Andai dapat kudakap dirimu
Tiada kata yang dapat aku ucapkan
Hanya Tuhan saja yang tahu..

Allahumma shalli 'alaa Muhammad
Ya Rabbi shalli 'alaihi wasallim.."


Bandung, Sabtu, 23 Rajab 1432 H/25 Juni 2011 M

Tidak ada komentar:

Posting Komentar