Kata Mutiara

Hikmah adalah barang hilang milik orang yang beriman. Di mana saja ditemukan, maka ambillah.

(HR Tirmidzi)

09 Oktober 2011

Ya Rasul




Ya Rasul
Kami umatmu tapi jarang mengingatmu

Kami mengaku mencintaimu
Tapi jarang bershalawat padamu

Kami mengagumi cintamu pada kami
Tapi kami tak kunjung mencintaimu

Kami mendengar dan membaca Hadismu
Tapi kami tak ingat betul padamu

Kami membaca Qur’an yang diturunkan padamu
Tapi kami sering lupa
dari engkaulah Qur’an ini sampai pada kami

Kami saling mengklaim paling mencintaimu
Tapi kadang masih berdebat tentang boleh-tidaknya
merayakan hari kelahiranmu

Kami kagum pada akhlakmu yang mulia
Tapi akhlak kami tak jua menirumu

Kami salut dengan dakwahmu yang halus
Tapi kami beramar makruf nahi mungkar dengan kasar

Kami membaca shalawat untukmu
Tapi kami membacanya dengan bergurau
Dan sibuk memilih lagunya yang merdu

Kami kasihan engkau tumbuh sebagai yatim piatu
Tapi kami tak kasihan pada anak yatim yang kami kenal

Kami memakai namamu di awal nama kami
Tapi kami tak peduli mengapa namamu ada di situ

Kami menyimpan foto pakaianmu yang sederhana
Tapi pakaian kami mahal dan bermacam modelnya

Kami tahu engkau menyuruh mencari ilmu
Tapi kami masih mencari ijazah, bukan mencari ilmu

Kami tahu engkau menyuruh menghormati ulama
Tapi kami masih suka mengkritik buta para ulama

Kami membayangkan seandainya bisa melihat wajahmu
Tapi kami tak ingin berziarah ke makammu

Kami mengaku mengagumi dan memperhatikanmu
Tapi kami kurang peduli dengan Keluargamu

Kami berharap seandainya bisa menjadi Sahabatmu
Tapi kami kurang menghormati Sahabatmu

Kami bangga sejarawan Barat menyebutmu
Tokoh paling berpengaruh di antara 100 tokoh dunia
Tapi kami mengidolakan selebritis dan atlet olahraga

Kami terharu mengenang perjuangan dakwahmu
Kami marah mengingat gangguan kaummu
Tapi kami tak membantu para pendakwah sepertimu

Kami dengar engkau menyebut kami sebelum wafat
Saat orang tak ingat kecuali pada yang paling dicintainya
Tapi kami tak pernah teringat padamu saat kami sakit

Kami ingin bermimpi bertemu denganmu
Tapi kami tak berusaha memantaskan diri untuk itu

Kami menulis dan membaca puisi tentangmu seperti ini
Tapi beberapa menit lagi kami sudah tak ingat lagi

Ya Rasul
Maafkan kami…
Maafkan kami…

Semoga kegembiraan kami merayakan kelahiranmu
Dapat menebus kekurangan kami dalam mencintaimu


Sumber: Buletin SIDOGIRI, edisi 27/Tahun III/Rabiul Awal 1429 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar