Kata Mutiara

Hikmah adalah barang hilang milik orang yang beriman. Di mana saja ditemukan, maka ambillah.

(HR Tirmidzi)

25 Januari 2012

Rahasia Menghafal al-Qur’an dengan Mudah

   Oleh: Syamsu-l Arifyn Munawwir

 Rasulullah saw menganjurkan agar umat Islam menghafal al-Qur’an. Dalam banyak Hadis, beliau menyebutkan keutamaan orang yang menghafal al-Qur’an. Dan berkah menghafal al-Qur’an akan diperoleh di dunia dan akhirat. Selain itu, dengan menghafal al-Qur’an, ilmu-ilmu lain juga akan mudah dipelajari dan dihafalkan. Lalu bagaimana cara menghafal al-Qur’an dengan mudah? Berikut beberapa rahasianya.
          1.   Mengingat keutamaan menghafal al-Qur’an.
     Seperti ungkapan, “Tak kenal maka tak sayang,” seseorang perlu mengetahui dan mengingat keutamaan menghafal al-Qur’an, agar ia memiliki keinginan kuat untuk menghafalnya. Banyak dalil tentang keutamaan menghafal al-Qur’an. Di antaranya, orang yang hafal al-Qur’an tak akan merugi dalam berdagang dan rejekinya ditambah (QS Faathir [35]: 29-30), menjadi keluarga Allah dan pilihannya (HR Ahmad), derajatnya naik sesuai akhir ayat yang dibaca (dihafal) (HR Abu Dawud dan Tirmidzi), lebih berhak menjadi imam salat (HR Muslim), dipilih menjadi pemimpin delegasi (HR Tirmidzi dan an-Nasa’i), mengagungkannya termasuk dari mengagungkan Allah (HR Abu Dawud), dikumpulkan bersama malaikat di hari Kiamat (HR Bukhari Muslim), kedua orangtuanya memakai mahkota cahaya di hari Kiamat (HR Hakim), dll.
          2.   Yakin bahwa menghafal al-Qur’an itu mudah.
        Ir. Amjad Qosim dalam bukunya Kaifa Tahfazh al-Qur’an al-Karim fi Syahr (Hafal Al-Qur’an dalam Sebulan) menjelaskan bahwa menghafal al-Qur’an itu mudah. Dalam buku itu juga disampaikan fakta tentang tiga wanita sibuk yang ternyata bisa menghafal al-Qur’an dalam waktu kurang dari satu bulan. Salah satu rahasianya adalah yakin bahwa menghafal al-Qur’an itu mudah. Dan demikianlah jaminan dari Allah swt. Allah berfirman, “Dan sesungguhnya telah kami mudahkan al-Qur’an itu untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?” (QS al-Qamar [54]: 22).
          3.  Memakai mushaf al-Qur’an yang sama.
    Otak manusia memiliki kemampuan untuk men-snapshot buku yang dibaca dan mengingatnya secara visual. Otak dapat mengingat posisi suatu tulisan/ayat di sebuah halaman, apakah di bagian atas, tengah atau bawah. Karena itu, bagi penghafal al-Qur’an dianjurkan mengunakan satu mushaf yang sama selama menghafal. Agar ia lebih mudah untuk menghafal dan mengingat ayat. Bila memakai mushaf yang berbeda-beda, otak akan kesulitan untuk menghafal dan mengingat hafalan.
          4.  Membaca dan mendengarkan ayat yang akan dihafalkan.
    Seseorang akan mudah hafal sebuah lagu atau ungkapan iklan di televisi tanpa menghafalnya, hanya karena sering mendengarnya. Demikian pula dalam menghafal al-Qur’an, seseorang akan lebih mudah menghafal, apabila sebelumnya telah sering membaca atau mendengar ayat yang akan dihafal. Karena itu, sebelum menghafal, sebaiknya membaca dan mendengarkan berulang-ulang ayat-ayat yang akan dihafal. Bisa juga dengan mendengarkan rekamannya. 
          5.  Memahami makna ayat yang dihafalkan.
         Sebelum menghafal, alangkah baiknya dipahami dahulu makna dan jalan cerita ayat yang akan dihafal. Bila perlu juga membaca terjemah dan tafsirnya. Dengan demikian, dapat diketahui maksud ayat dan hubungannya dengan ayat sebelum dan setelahnya. Hal ini terbukti dapat mempermudah dalam menghafal al-Qur’an. 
          6.  Menghafal pada waktu-waktu berkah, tenang dan pikiran fresh.
         Ada saat-saat mudah untuk menghafal dan ada pula saat-saat sulit untuk menghafal. Saat yang mudah untuk menghafal di antaranya pada waktu-waktu berkah, seperti waktu sahur, i’tikaf di masjid, atau puasa. Selain itu, juga pada waktu-waktu yang tenang dan pikiran fresh, seperti pada pagi hari, setelah bangun tidur, dan waktu santai tanpa tekanan dan gangguan. 
        7.  Mengulang hafalan di hadapan guru dan teman, dalam salat dan sebelum tidur.
     Yang disebut hafal adalah mampu membaca dengan benar dan lancar. Hal ini akan diperoleh dengan cara banyak mengulang hafalan (takrar/muraja’ah). Dan hafalan akan mudah hilang bila tidak diulang-ulang. Karena itu, seyogyanya mengulang hafalan di hadapan guru dan teman. Dengan demikian, kesalahan dalam menghafal akan dapat dihindari. Bila hanya bersandar pada diri sendiri, akan banyak kesalahan tanpa disadari. Selain itu, juga dianjurkan mengulang hafalan pada waktu salat—baik salat wajib maupun sunah—dan sebelum tidur. 
          8.  Selalu menjaga semangat untuk hafal al-Qur’an. 
      Setiap usaha untuk meraih kesuksesan tak lepas dari ujian. Demikian pula usaha menghafal al-Qur’an. Terkadang muncul rasa malas dan semangat berkurang, sehingga hafalan tak kunjung selesai. Maka, agar sukses menghafal al-Qur’an, semangat harus senantiasa dijaga. Caranya dengan membaca dan mendengarkan motivasi untuk menghafal al-Qur’an, berkumpul dengan orang-orang yang senang membaca dan menghafal al-Qur’an, banyak membaca al-Qur’an, selalu membawa al-Qur’an, dll. 
          9.  Menjauhi dosa dan maksiat.
      Dosa dan maksiat adalah penghalang utama dari mendapatkan ilmu dan menghafal. Adh-Dhahhak berkata, “Kami tidak mengetahui seorang pun yang menghafal al-Qur’an kemudian lupa kecuali karena dosa.” Dan Imam asy-Syafii—ulama yang sangat cerdas dan kuat hafalannya—pernah berkonsultasi pada gurunya tentang buruknya hafalan. Lalu ia dianjurkan menghindari dosa dan maksiat. Hal ini diceritakan dalam syairnya:
Aku mengeluh pada Syekh Waki’ tentang buruknya hafalanku
Maka ia menasehatiku untuk meninggalkan maksiat
Sesungguhnya ilmu adalah cahaya dari Allah
Dan cahaya Allah tak diberikan pada ahli maksiat
         10.   Berdoa dan meminta didoakan.  
        “Ora et labora,” berdoa dan berusaha, demikian dalam pepatah Latin. Untuk mencapai kesuksesan, selain dibutuhkan usaha keras, juga dibutuhkan doa agar usaha dimudahkan oleh Allah swt. Begitu juga dalam menghafal al-Qur’an. []

          Sumber: Buletin SIDOGIRI, 1432 H.

2 komentar:

  1. Alhamdulillah
    semoga alloh SWT memberikan hidayah dan rahmatnya kepada orang-orang yang peduli dan menyebarkan ilmunya.

    BalasHapus
  2. smg semakin banyak penghapal penghapal al qur'an

    BalasHapus