Kata Mutiara

Hikmah adalah barang hilang milik orang yang beriman. Di mana saja ditemukan, maka ambillah.

(HR Tirmidzi)

31 Agustus 2013

Haul KH. Nawawie Sidogiri, Ulama Sepuh Teladan

Malam ini, malam 25 Syawal 1434 H, adalah haul Hadratussyekh KH. Nawawie bin Noerhasan, Pengasuh Pondok Pesantren Sidogiri, Pasuruan. Para ulama Sidogiri yang ada saat ini adalah keturunan beliau.

KH. Nawawie Sidogiri dikenal sebagai ulama besar dan sufi yang ahli Fikih dan Tasawuf, ahli ibadah, dermawan, zuhud, tawadhu, ikhlas, dan dikaruniai mukasyafah.

Beliau salah satu pendiri ormas Nahdlatul Ulama (NU), dan teman satu pesantren dengan Rais Akbar NU Hadratussyekh KH. Hasyim Asy'ari, sewaktu di Mekah.

Setelah mengasuh Pesantren, beliau terus bersahabat dengan KH. Hasyim Asy'ari. Bila ada permasalahan Fikih yang pelik, KH. Hasyim Asy'ari kerap bertukar pikiran dengannya.

Di antara jasa KH. Nawawie Sidogiri pada umat adalah mendidik agama mereka dan mengkader banyak ulama besar pendiri dan pengasuh pesantren, khususnya di Jawa Timur daerah Madura dan Tapal Kuda.

Beliau juga sebagai ulama sepuh teladan, dipercaya menjadi salah satu Mustasyar (Penasehat) PBNU yang pertama, dan kerap memberi saran dan pendapat Fikih pada para ulama pengurus NU.

Beliau juga yang menyarankan agar dalam lambang NU ada simbol tali yang mengelilingi bumi, sebuah simbol ikatan persaudaraan dan persatuan di kalangan ulama Ahlusunah wal Jamaah Indonesia yang membumi.

Salah satu nasehat KH. Nawawie Sidogiri yang terkenal adalah, "Istikamahlah shalat berjamaah dan 'muthalaah' (belajar agama), engkau akan mendapat ilmu yang bermanfaat dan berkah." Nasehat yang beliau teladankan seumur hidupnya.

Semoga kita bisa meneladaninya. Ghafarallaahu lanaa wa lahu, wa nafa'anaa bihi wa bi'uluumihi..
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Tidak ada komentar:

Posting Komentar