Kata Mutiara

Hikmah adalah barang hilang milik orang yang beriman. Di mana saja ditemukan, maka ambillah.

(HR Tirmidzi)

08 Juli 2014

Hati-Hati Memilih Calon Presiden

Oleh: Syamsul Arifin Munawwir

Menjelang Pilpres, banyak isu yang buruk, banyak juga pencitraan yang bagus. Jangan mudah percaya, cari tahu kebenarannya.
Jika Anda berhati-hati dalam memilih caleg dan calon istri/suami, maka harus lebih berhati-hati lagi dalam memilih calon presiden.
Kata orang bijak: tidak ada politikus yang tidak berambisi. Kata pengamat: tidak ada koalisi tanpa bagi-bagi kursi.
Dalam Pilpres, kita memilih calon presiden. Bukan memilih calon wakil presiden. Bukan pula memilih tim sukses.
Pemimpin ideal itu seperti Rasulullah: Shiddiq (jujur), Amanah, Tabligh (komunikatif), dan Fathanah (cerdas). Kalau ada, pilihlah.
Untuk menilai Shiddiq dan Amanah seseorang, bukan berdasarkan ucapan orang, tapi berdasarkan track record-nya.
Untuk menilai Tabligh dan Fathanah pemimpin, bukan berdasarkan cara bicara dan gayanya, tapi berdasarkan visi misi dan penjelasannya.
Presiden bukan kepala desa, bupati/walikota, gubernur, jenderal, dan menteri. Presiden memimpin semua itu. Pilih yang mampu.
Semua Capres dan Cawapres adalah manusia biasa, bukan malaikat.
Semua ada kelebihan dan kekurangannya.
Tinggal dilihat mana Capres-Cawapres yang lebih baik, lebih dibutuhkan, dan lebih mampu untuk memajukan Indonesia di mata dunia.
Boleh beda pilihan, tapi jangan sampai merusak persaudaraan dan persahabatan. Karena yang didukung belum tentu sesuai harapan.
Pemilu, Pilpres, Pilkada itu sementara. Persaudaraan dan persahabatan itu selamanya.
Silakan menggunakan hak pilih Pilpres, Pemilu, Pilkada dengan sebaik-baiknya, demi agama, bangsa, dan negara.
Karena pilihan kita, bukan hanya berpengaruh pada bangsa dan negara, tapi juga pada agama.
Pilihan kita pasti akan dipertanggungjawabkan kelak di hadapan Allah Subhanahu wa Taala.
Banyak kiai dan habib yang biasanya netral dalam politik, kini mendukung Capres No. 1 Prabowo-Hatta, demi kepentingan agama. Saya percaya keikhlasan mereka.
Semua capres berpeluang menang. Baik Jokowi maupun Prabowo. Kedua kubu harus siap menang dan siap kalah. Siapapun yang terpilih, itulah presiden kita.
Semoga Indonesia dikaruniai pemimpin yang baik, adil, dan bermanfaat bagi agama, bangsa, dan negara. []
www.facebook.com/syamsul.arifin.munawwir

@syamsulmunawwir

















Tidak ada komentar:

Posting Komentar