Kata Mutiara

Hikmah adalah barang hilang milik orang yang beriman. Di mana saja ditemukan, maka ambillah.

(HR Tirmidzi)

01 Januari 2015

Tips Menjadi Organ Dalam Organisasi


Oleh: Syamsul Arifin Munawwir

Menjadi aktivis organisasi adalah suatu kebanggaan tersendiri, khususnya untuk orang-orang yang bercita-cita tinggi. Dengan aktif di berbagai organisasi, orang akan mempunyai semangat hidup yang lebih dan pengalaman tambahan untuk bisa berperan aktif dalam masyarakat. Tips-tips di bawah ini akan sangat bermanfaat bagi para aktivis, agar bisa menjadi semacam organ dalam tubuh organisasi.
1. Pelajari sejarah organisasi
Sejarah organisasi penting untuk diketahui. Sebab dengan mengetahui sejarah organisasi, orang akan tahu jati diri organisasi tersebut dan tujuan pendiriannya, sehingga ia bisa melakukan pengembangan-pengembangan yang sesuai. Sejarah yang perlu diketahui seperti tentang pendirian organisasi (mengapa didirikan dan siapa saja pendirinya), perkembangan organisasi dari masa ke masa, pandangan dan langkah tokoh-tokoh organisasi, hubungan dengan organisasi lain, dsb.
2. Pelajari AD/ART organisasi
Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) adalah peraturan tertinggi organisasi yang sangat penting, ibarat kitab suci untuk agama. Tanpa AD/ART, organisasi akan berjalan tanpa arah dan pengurusnya rentan untuk terpecah-belah. Jika AD/ART organisasi ada, maka mempelajarinya akan memperjelas gambaran bentuk organisasi, meminimalisir terjadinya kesalahpahaman antar anggota, dan memutuskan sengketa dalam organisasi. Jika AD/ART organisasi belum ada, maka penting untuk dibuat dengan kesepakatan bersama, agar organisasi bisa lebih terarah dan bersatu.
3. Kenali susunan pengurus organisasi
Seorang aktivis perlu mengetahui jumlah pengurus di organisasinya, nama-nama dan jabatan-jabatan mereka, dan tugas-tugas mereka. Aktivis yang percaya diri juga bisa mencoba berkenalan dengan mereka. Dengan mengenal pengurus-pengurus organisasi, seorang aktivis bisa lebih menyatu dengan organisasi dan mudah menyampaikan saran dan kritiknya.
4. Ikuti kegiatan-kegiatan organisasi.
Aktivis yang baik perlu menunjukkan solidaritas dan kecintaannya pada organisasi, dengan cara mengikuti semua kegiatan organisasi yang bisa ia ikuti. Bahkan aktivis yang fanatik akan berusaha ikut andil dalam menyukseskan kegiatan-kegiatan organisasi, seperti menjadi atau membantu panitia, atau mengajak anggota lain untuk berangkat bersama menghadiri kegiatan tersebut. Karena kesuksesan kegiatan organisasi adalah kebanggaan bersama, dan kegagalannya adalah kegagalan bersama.
5. Ikuti perkembangan organisasi
Aktivis yang baik juga perlu mengikuti setiap perkembangan organisasi. Misalnya, adakah hal baru yang terjadi mengenai organisasi, apa saja rencana kegiatan organisasi, bagaimana kabar tokoh-tokoh organisasi, bagaimana keadaan dan penggunaan uang organisasi, hubungan organisasi dengan organisasi lain, dsb. Setelah mengetahui perkembangan organisasi, seorang aktivis bisa mengabarkan perkembangan tersebut pada anggota lain, mendiskusikannya, atau menyampaikan pandangannya kepada pengurus organisasi.
6. Bedakan masalah pribadi dengan masalah organisasi
Bukti kematangan berorganisasi seseorang adalah bisa membedakan masalah pribadi dengan masalah organisasi. Aktivis yang baik harus berusaha melakukannya. Misalnya, menaati atasan, siapapun orangnya; perbedaan pendapat disampaikan dalam rapat, dan setelah keputusan diambil, maka harus ditaati bersama; perbedaan pendapat dalam organisasi jangan sampai merusak hubungan pribadi; masalah pribadi juga jangan sampai mempengaruhi hubungan dalam organisasi; dan kepentingan organisasi didahulukan atas kepentingan pribadi.
7. Berusahalah memajukan organisasi
          Menjadi aktivis organisasi adalah sebuah pilihan. Ketika seseorang sudah masuk ke dalam sebuah organisasi, ia mempunyai tanggung jawab untuk memajukan organisasi tersebut. Aktivis yang baik harus berusaha terus memajukan organisasi. Misalnya, mengusulkan kegiatan dan pengembangan yang bermanfaat, berusaha menambah anggota, mengusulkan AD/ART atau aturan organisasi lainnya, berusaha memperbaiki kekurangan organisasi, mengusahakan adanya dana abadi, meminta peningkatan SDM dengan mengadakan diklat-diklat, dsb. []

Dimuat di majalah IJTIHADedisi 24/Rabiul Awal/Th. XIII/1427.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar