Kata Mutiara

Hikmah adalah barang hilang milik orang yang beriman. Di mana saja ditemukan, maka ambillah.

(HR Tirmidzi)

09 Maret 2016

Belajarlah dari Kesetiaan Matahari

Belajarlah dari kesetiaan matahari.
Saat dibutuhkan, ia selalu muncul menerangi alam semesta.
Ia tahu kapan harus muncul dengan cahaya cerah, cahaya terik, atau cahaya redup.
Ia juga tahu kapan ia harus pergi, pergi untuk kembali.
Ia tak pernah mengeluh memberi dan menyinari, meski kehadirannya seringkali tak disadari.
Ia tak pernah bosan muncul kembali menebarkan cahaya, karena ia tahu bumi, manusia, binatang, tumbuhan, air, angin, musim, dan cuaca membutuhkannya.
Ia juga tak berhenti menyinari, meski kadang dicaci maki, karena ia tahu sinarnya dibutuhkan semua.
Ia pun tak pernah protes saat dirinya dibilang berputar mengelilingi bumi, padahal bumilah yang berputar mengelilingi matahari.

Belajarlah dari kesetiaan matahari.
Ia terus menyinari meski di balik awan, di balik bulan, di balik bumi.
Ia terus berbagi cahaya yang dibutuhkan, meski di malam hari lewat pantulan sang rembulan.
Saat ia sakit gerhana pun ia tetap muncul membagikan secercah cahaya, bertahan dan berusaha keras untuk segera penuh menyinari kembali.

Belajarlah dari kesetiaan matahari.
Ia rela dirinya terbakar hebat, demi kehidupan dan keseimbangan alam semesta.
Ia tak pernah lelah bergerak, berotasi pada sumbunya dan beredar di orbitnya, untuk menjaga persatuan dan kebersamaan planet-planet di sekitarnya.
Dan dengan segala kebesarannya, ia terus bertasbih dan beribadah pada Tuhannya Yang Maha Besar, sepanjang hayat, sepanjang usianya, sepanjang usia alam semesta..

Yogyakarta, gerhana matahari 9 Maret 2016

Syamsul Arifin Munawwir
Twitter: @syamsulmunawwir 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar