Kata Mutiara

Hikmah adalah barang hilang milik orang yang beriman. Di mana saja ditemukan, maka ambillah.

(HR Tirmidzi)

17 November 2016

Di Mana Rasa Cintamu pada Agama, al-Qur'an, dan Ulama

Oleh: Syamsul Arifin Munawwir

Heran dengan orang Islam yang mendukung dan membela Ahok, tersangka penistaan agama, orang yang melecehkan al-Qur'an.

Ini bukan masalah Pilkada, ini masalah agama dinistakan.
Di mana rasa cintanya pada agama, al-Qur'an, dan ulama?

Lihatlah, Aksi Bela Islam 411 diikuti oleh seluruh umat Islam dari berbagai ormas, termasuk NU, Muhammadiyah, MUI, FPI, MIUMI, Persis, DDII, Nahdlatul Wathan, HTI, ash-Shofwah alumni Sayid Muhammad Al-Maliki Mekah, dll. Baik yang membawa atribut ormas maupun tidak.

Lihatlah rasa cinta pada agama, al-Qur'an, dan ulama pewaris Nabi, yang telah dinistakan, membuat mereka bersatu dan melupakan perbedaan ormasnya.

Lihatlah para kiai, habaib, dan ustad penuh semangat berdoa dan mengikuti aksi tersebut. Bahkan pesantren-pesantren besar seperti Pondok Pesantren Sidogiri, Pondok Pesantren Langitan, dll, juga mendukungnya.

Lihatlah jutaan orang dari berbagai penjuru Tanah Air berangkat ke Jakarta untuk menuntut keadilan dan penegakan hukum pada orang yang telah melecehkan dan menistakan al-Qur'an yang dicintainya.

Lihatlah para pakar hukum pidana telah mengakui bahwa Ahok memenuhi unsur pidana KUHP Pasal 156a tentang penodaan penistaan agama.

Lihatlah pula pimpinan dua ormas Islam terbesar, PBNU dan PP Muhammadiyah, secara resmi mengecam penistaan agama oleh Ahok dan mendorong penanganan hukumnya dipercepat.

Lihatlah MUI, sebagai wadah para ulama Indonesia, yang didirikan oleh Prof. Dr. KH. Hamka, KHR. As'ad Syamsul Arifin, dan ulama-ulama dari berbagai ormas Islam dan pesantren, dengan tegas dan jelas telah menyatakan bahwa ucapan Ahok adalah penistaan pada agama, al-Qur'an, dan ulama.

Lalu siapa yang diikuti, kalau bukan ulama?

Di mana rasa cintanya pada agama Islam, al-Qur'an, dan ulama?

Kalau tidak bisa ikut aksi, paling tidak jangan mencaci. Janganlah membela orang lain sampai mencaci saudara sendiri.

Kalau bisa ikut aksi, baik dengan kehadiran, infak, atau doa, dengan niat lillahi ta'ala, insya Allah menjadi pahala.

Ini bukan hanya masalah dunia, ini juga masalah akhirat.

Jangan sampai kelak mati dengan tercatat sebagai orang yang tidak cinta pada agama, al-Qur'an, dan ulama.

Naudzu billah min dzalik.

Semoga Allah memberi hidayah dan rahmat-Nya pada kita semua..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar